Saham & Insight Emiten
Temukan ulasan lengkap dan mendalam mengenai aksi korporasi seperti right issue, buyback, akuisisi, merger, pembagian dividen, dan berbagai aksi strategis lain yang dilakukan oleh emiten BEI. Di sini, setiap berita dan analisis dikupas untuk membantu investor memahami dampaknya secara ril, peluang yang muncul, serta potensi risiko yang perlu diwaspadai dalam pengambilan keputusan investasi.
Saham APEX 5 Improving Selama 5 Hari Terakhir
Pasar modal Indonesia pada awal tahun 2026 diwarnai oleh pergerakan signifikan pada sektor energi, dengan saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) menjadi salah satu emiten yang paling banyak disorot. Sebagai perusahaan penyedia jasa pengeboran minyak dan gas bumi terkemuka di Indonesia, APEX terjepit di antara peluang dari kenaikan harga komoditas global dan tantangan restrukturisasi keuangan internal yang masih berlangsung.
Saham UANG Improving, Apa Katalisnya?
Pergerakan harga saham UANG terdeteksi mengalami peningkatan performa yang sangat signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Fenomena penguatan ini bukan terjadi tanpa alasan karena didorong oleh kombinasi antara akumulasi investor besar sampai kebijakan pemerintah yang sangat suportif terhadap sektor hunian. Analisis mendalam terhadap data pasar menunjukkan bahwa saham UANG sedang berada dalam jalur perbaikan fundamental dan teknikal yang sangat rill.
Ada Big Accumulation di Saham BBRI Hari Ini
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan momen bersejarah pada pembukaan perdagangan Senin, 12 Januari 2026, dengan menembus level psikologis 10000. Meskipun penguatan indeks kemudian sedikit menipis akibat tekanan depresiasi rupiah yang menyentuh level Rp16.848 per dolar Amerika Serikat di pasar spot, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) justru menunjukkan performa yang sangat tangguh. Emiten perbankan plat merah ini bertindak sebagai penyeimbang utama pasar saat saham rill blue chip lainnya di indeks LQ45 mengalami koreksi tajam.
Saham PIPA Terdeteksi Perform di Awal 2026
Pasar modal Indonesia mengawali lembaran tahun 2026 dengan kejutan signifikan dari sektor industri pendukung infrastruktur dan energi. Salah satu emiten yang mencuri perhatian analis serta investor kawakan adalah PT Multi Makmur Lemindo Tbk atau yang dikenal dengan kode saham PIPA.
Top 10 Broker Akumulasi Saham NSSS. Kok Bisa ?
Pasar modal Indonesia pada awal tahun 2026 menyuguhkan fenomena menarik pada sektor perkebunan, khususnya melalui emiten PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS). Berdasarkan pemantauan rill terhadap data transaksi bursa periode 2 hingga 9 Januari 2026, terdeteksi adanya aktivitas akumulasi murni yang dilakukan oleh deretan broker papan atas. Fenomena akumulasi murni ini menjadi sinyal rill yang sangat kuat bagi pelaku pasar, karena para perantara pedagang efek tersebut tercatat hanya melakukan instruksi pembelian tanpa melakukan penjualan sedikit pun sepanjang periode pengamatan tersebut. Aktivitas yang didominasi oleh broker kategori institusi dan asing ini menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan rill terhadap nilai intrinsik NSSS di tengah performa finansialnya yang tumbuh eksponensial.
Analisis Pergerakan IHSG Pekan Kedua Januari 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali tahun 2026 dengan pergerakan yang sangat dinamis dan mencatatkan sejarah baru di lantai bursa. Sepanjang pekan pertama yang berlangsung sejak 5 Januari hingga 9 Januari 2026, laju indeks domestik memperlihatkan performa yang sangat impresif dengan keberhasilan menembus level tertinggi sepanjang masa atau All Time High secara berulang kali. Fenomena ini memicu lonjakan partisipasi pasar yang sangat signifikan dengan dominasi aliran modal rill baik dari investor asing maupun domestik.
Laba ESIP Naik 127 Persen, Tapi Harga Mati Suri
Pasar saham Indonesia di awal tahun 2026 menyajikan sebuah paradoks yang menantang logika investasi konvensional. Di satu sisi kita melihat indeks harga saham gabungan yang bergerak dinamis, namun di sisi lain kita menemukan "kuburan-kuburan" sunyi pada saham lapis ketiga yang ditinggalkan oleh investor ritel. Salah satu fenomena paling mencolok dari anomali ini terjadi pada saham PT Sinergi Inti Plastindo Tbk atau yang lebih dikenal dengan kode emiten ESIP.
Misteri Anomali Harga SMDR, Bearish Setelah Bullish
Ada perasaan tidak nyaman yang menjalar di benak para trader ritel ketika melihat layar monitor pada penutupan perdagangan Jumat, 9 Januari 2026. Saham PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR), yang sempat digadang-gadang akan menjadi primadona di awal tahun, justru berakhir memerah. Ditutup di level Rp 410, turun 3,76% atau kehilangan 16 poin, SMDR seolah menampar ekspektasi banyak orang yang baru saja masuk.
Saham CMRY, MYOR, CPIN. Mana Lebih Value Investing ?
<p>Sektor barang konsumsi selalu menjadi tempat aman bagi investor ritel Indonesia. Alasannya sederhana, orang tetap makan, tetap minum, dan tetap belanja. Tapi di tengah pasar yang makin pintar dan valuasi yang semakin mahal, tidak semua saham konsumer lagi-lagi bisa dianggap “aman”.</p> <p>Tiga nama besar yang selama ini jadi langganan portofolio investor yakni Cisarua Mountain Dairy (CMRY), Mayora Indah (MYOR), dan Charoen Pokphand Indonesia (CPIN). Kini tampil dengan wajah yang berbeda. Ketiganya masih menguasai benak pasar, namun angka-angka menunjukkan dinamika yang menarik: siapa yang masih menawarkan value, siapa yang hanya menawarkan pertumbuhan mahal?</p> <p>Mari kita bedah satu per satu dengan kacamata dua legenda value investing ala Warren Buffett dan Peter Lynch. Analisa ini juga dilengkapi perbandingan data fundamental 3 emiten tersebut</p>
MAPI Mau Bagikan Dividen. Kejar Trading atau Dividen?
PT Mitra Adiperkasa Tbk (kode saham: MAPI) kembali menarik perhatian pelaku pasar setelah mengumumkan dividen tunai sebesar Rp10 per saham untuk tahun buku 2024.